Keloid adalah penyakit kulit yang terjadi akibat pertumbuhan jaringan luka yang tidak normal atau berlebih setelah pulihnya cedera atau luka yang dalam. Keloid merupakan lesi kulit berserat yang tidak berpotensi menjadi ganas. Jaringan luka, yang juga dikenal sebagai jaringan fibrosa, tumbuh untuk memperbaiki dan memperbarui kulit setelah cedera. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan luka tumbuh menjadi terlalu besar, sehingga timbul keloid. Studi telah membuktikan bahwa hal ini terjadi ketika mekanisme perbaikan tubuh kehilangan kendali sehingga terjadi proses pemulihan luka yang tidak normal.

Penyebab Keloid

Keloid biasanya diderita oleh pasien berusia 10-20 tahun dan berdasarkan penelitian, sampai 15% luka akan menyebabkan keloid. Keloid dikenal sebagai penyakit bawaan, yang berarti keloid diwariskan secara turun temurun dalam keluarga. Beberapa jenis luka juga lebih berisiko untuk tumbuh menjadi keloid, yaitu:

Jerawat

Luka bakar

Cacar air

Garukan

Tindik telinga

Sayatan yang dibuat saat operasi

Bekas suntik vaksinasi

Cara Menghilangkan Keloid

1. Suntikan Kortikosteroid dan Obat-obatan Lain

Suntikan ini sering kali merupakan bagian dari cara menghilangkan keloid. Saat disuntikkan ke dalam keloid, obat-obatan ini membantu mengecilkan bekas luka.

2. Operasi Pengangkatan Keloid

Perawatan ini melibatkan pemotongan keloid melalui pembedahan. Meskipun ini mungkin tampak seperti cara menghilangkan keloid permanen, penting untuk diketahui bahwa hampir 100% keloid kembali setelah perawatan ini. Untuk mengurangi risiko kembalinya keloid setelah operasi pengangkatan, dokter spesialis kulit & kelamin sering kali melakukan perawatan pasien dengan perawatan keloid lain setelah operasi.

3. Perawatan dengan Laser

Cara menghilangkan keloid ini dapat mengurangi tinggi dan memudarkan warna keloid.

Ini sering digunakan bersama dengan pengobatan lain seperti serangkaian suntikan atau tekanan kortikosteroid.

4. Lembaran dan Gel Silikon

Cara menghilangkan keloid ini dapat digunakan bersama dengan tekanan untuk mencegah keloid kembali. Terkadang, silikon digunakan sendiri untuk meratakan keloid. Dalam sebuah penelitian, 34% dari bekas luka yang timbul menjadi rata setelah pasien menggunakan gel silikon setiap hari selama enam bulan.

5. Cryotherapy

Perawatan cryotheraphy ini membekukan keloid dari dalam ke luar sekaligus menyelamatkan kulit di bawah keloid. Ini digunakan untuk mengurangi kekerasan dan ukuran keloid. Cryotherapy bekerja paling baik pada keloid kecil.

Menjalani beberapa perawatan cryotherapy sebelum (atau setelah) menerima suntikan kortikosteroid dapat mengurangi ukuran keloid. Ini bisa membuat suntikan lebih efektif.

Ahli kulit telah menemukan bahwa pasien yang menjalani tiga atau lebih perawatan ini cenderung mendapatkan hasil terbaik.

6. Perawatan Radiasi

Mendapatkan terapi radiasi setelah dokter kulit mengangkat keloid melalui pembedahan dapat mencegah keloid kembali. Pasien dapat memulai perawatan radiasi segera setelah operasi keloid, keesokan harinya, atau seminggu kemudian sebagai cara menghilangkan keloid.

Radiasi juga dapat digunakan sendiri untuk mengurangi ukuran keloid. Akan tetapi, hasilnya cenderung lebih baik bila digunakan setelah operasi keloid.

6. Bawang Putih

Bawang putih memiliki cara kerja seperti aspirin, yang dapat menghalangi enzim tertentu memasuki area yang berkontribusi pada jaringan dan penumpukan pigmen.

Seiring waktu, bawang putih bisa menjadi cara menghilangkan keloid secara alami dan dapat membantu meringankan bekas luka.

7. Oleskan Madu Organik

Madu mengandung senyawa anti inflamasi yang dapat membantu mengurangi keloid. Ini adalah cara menghilangkan keloid secara alami yang menarik tanpa memberikan potensi efek samping berbahaya yang ditemukan dalam kortikosteroid atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin.

Berikut ini cara menghilangkan keloid secara alami dengan madu:

  1. Bubuhkan sedikit madu mentah, atau madu organik di area dengan keloid. Biarkan sebentar.
  2. Bilas jika area tersebut menjadi lengket.
  3. Oleskan kembali madunya sesering yang dibutuhkan. Disarankan untuk menggunakannya setidaknya dua hingga tiga kali sehari sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

About the Author lutfiatin Nima


Get In Touch
>