KULIT MELEPUH, WASPADAI ALERGI OBAT

Diposting pada : 13 Oktober 2017 15:50:41 | Oleh : Administrator
Dibaca : 32 kali

(Gresik.27/09/2017) Warga Sekargadung,Kecamatan  Dukun Kabupaten Gresik, Bapak Isroh, tiba diruang IGD RS. Fathma Medika tanggal 2 september lalu dengan luka melepuh disekujur tubuh. Perawat  IGD menduga , Bapak Isroh mengalami luka bakar dan membersihkan bekas luka untuk menghindari infeksi.

dr. Vita, salah satu dokter jaga di IGD kemudian menanyakan kepada keluarga pasien, sebab luka dan kondisi kulit yang melepuh, dan keluarga menjawab tidak tahu, tapi yang jelas bukan luka bakar. Ujarnya . “satu bulan yang lalu Bapak  sudah pernah mengalami kejadian serupa dok,  kulitnya melepuh, dan sekarang kambuh lagi” ujar seorang ibu yang ikut mengantar Bapak  Isroh.

Khawatir terjadi infeksi, dokter Vita menyarankan keluarga agar Bapak Isroh dirawat inap. “alkhamdulillah, pasien punya kartu BPJS Kesehatan, jadi tidak khawatir mengenai biaya, ujarnya.  Keterangan dr. Vita mengenai Pelayanan medis dengan menggunakan kartu BPJS dibenarkan oleh dr. Finah (Wakil Direktur  RS. Fathma Medika), pelayanan menggunakan kartu BPJS dirumah Sakit kami gratis,  dan bahkan kalau pasien BPJS harus rawat inap, kami berikan juga fasilitas ambulan untuk antar jemput pasien, semuanya gratis, tidak kami pungut biaya .

dari IGD, Bapak isroh didaftarkan untuk rawat inap, tidak lama setelah proses pendaftaran selesai, Bapak Isroh dibawa dari ruang IGD ke ruang perawatan untuk dilakukan diagnosa lanjutan.

Diruang rawat inap, pasien ditemui dr. Ryski (dokter spesialis kulit dan kelamin) yang sehari-harinya bertugas di poli penyakit kulit dan kelamin di RS. Fathma Medika untuk dilakukan diagnosa lanjutan, dokter yang mendapatkan gelar SpKK dari Fakultas Kedokteran Unair ini setelah melihat  kondisi luka melepuh pada kulit pasien lalu menanyakan kepada keluarga sebab-sebab yang mungkin diketahui keluarga pasien.

Hasil diagnosa yang diperoleh oleh dr.Ryski,  pasien mengalami alergi obat. “ pasien mengalami kondisi kulit melepuh setelah sebelumnya minum obat.  Memang ada beberapa obat yang biasa diresepkan oleh dokter namun memiliki kerentanan alergi bagi orang-orang tertentu, kita tidak tahu, obat apa yang tidak diterima system imun yang kita miliki, siapa saja bisa berpotensi alergi obat, tapi memang ada obat-obat yang biasasanya menimbulkan alergi seperti penisilin dan antibiotic.

 Setelah satu minggu di rawat di RS. Fathma Medika dari tanggal 2 sampai dengan 9 September, Bapak Isroh control 4 hari setelahnya dan sudah dalam kondisi membaik. Lapisan epidermis kulit sudah mulai normal, walaupun sedikit berwarna kemerahan karena masih dalam proses penyembuhan.

Disinggung mengenai pelayanan dengan menggunakan kartu BPJS, dr. Ryski menyampaikan, tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien BPJS dan pasien umum, semuanya ditangani  sampai sembuh. Hal tersebut adalah komitmen rumah sakit kami”, dan juga merupakah arahan langsung dari Direktur RS. Fathma Medika, dr Asluchul Alif, tambahnya. .

Bapak Isroh, saat ditemui di ruang poli kulit dan kelamin (27/09/2017), untuk menjalani control yang kedua di RS. Fathma medika menyampaikan rasa terimakasihnya kepada dokter perawat dan petugas medis RS Fathma Medika, “saya tidak berharap sakit lagi, tapi seandainya saya sakit, saya ingin dirawat di RS. Fathma Medika, petugasnya ramah, saya merasa seperti sedang dirawat keluarga saya sendiri”, ujarnya. (yan)

Tinggalkan Komentar


    Tidak ada komentar